Biografi Bambang Pamungkas - Atlet Sepak Bola Nasional

- 0 comments
Biografi atlet Indonesia kali ini akan mengupas tokoh atlet sepak bola nasional. Dia adalah Bambang Pamungkas, salah satu legenda sepak bola Indonesia. Menjadi pencetak gol terbanyak di beberapa liga, termasuk pada musim pertamanya di Liga Indonesia bersama Persija. Namanya semakin dikenal di kawasan Asia Tenggara ketika berhasil mencetak gol tunggal untuk Indonesia di Piala Tiger 2002, ketika melawan Malaysia.

Kehidupan Awal

Bambang Pamungkas adalah pesepakbola Indonesia yang lahir di Getas, Semarang, 10 Juni 1980. Bambang Pamungkas yang akrab disapa Bepe, merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan H. Misranto dan Hj. Suriptinah.

Bambang menikah, istrinya bernama Tribuana Tungga Dewi, dengan dia ia memiliki tiga anak: Salsa Alicia, Jane Abel, Syaura Abana dan. Kedua bungsu berumur 7 tahun. Ia awalnya tidak punya pikiran untuk menjadi pesepakbola. Dia suka membaca dan memasak, dan memiliki ambisi untuk menjadi seorang guru atau koki setelah karier sepakbola nya selesai.

Agama Bambang Pamungkas adalah Islam.

Bambang mencurahkan sebagian waktu luangnya untuk kegiatan amal, mempromosikan Yayasan Bambang Pamungkas bahwa ia dibentuk untuk memberikan bantuan keuangan dan sumber daya untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Dia juga terlibat dalam penggalangan dana bagi badan amal kanker anak-anak.



Pendidikan Bambang Pamungkas

Taman Kanak-kanak Bangun 1 Getas Kab. Semarang (1984-1986)      
SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Kab. Semarang (1986-1992)     
SMP Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C  *Kelas 2C  *Kelas 3A (1993-1996)     
SMU Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C  *Kelas 2C *Kelas 3 IPS 2 (1997-1999)
Sekolah Tinggi  Ekonomi Indonesia Rawamangun (2 semester)



Karir Sepak Bola
Karier sepak bola juniornya dimulai di klub lokal SSB Hobby Sepakbola Getas tahun 1988.
Bepe kecil tergabung di beberapa klub lokal sejak ia berusia delapan tahun, seperti di SSB Getas (1988-1989), SSB Ungaran Serasi (1989-1993) dan Klub Diklat Salatiga (1996-1999). Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuat Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol. Bepe beraksi di rumput hijau tingkat internasional pertama kali sebagai pemain timnas U-19 di turnamen Piala Asia. Ketika itu Bepe berhasil mengantongi gelar "Top Scorer" dengan mencetak tujuh gol selama turnamen berlangsung. Prestasi yang ditorehkannya tersebut memberinya modal untuk mencoba seleksi pemain Persija pada 1999 dan ia pun lolos.

Bambang menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Pada tahun 2005 Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Pada tahun itu dia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Malaysia dengan 22 gol. Pada Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Pada tahun 2010 ia hendak menjalani masa trial di Selandia Baru, klub Wellington Phoenix FC. tetapi gagal untuk mengamankan kontrak.


Pada 9 Desember 2013, ia menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan Pelita Bandung Raya. Dia mencetak 2 gol debut bagi klubnya saat melawan Persija dan pertandingan berakhir dengan hasil imbang


Karir Internasional
Bepe kembali membela timnas di pertandingan persahabatan melawan Lituania. Pria yang memiliki hobi memasak dan kuliner ini mampu mencetak gol di pertandingan tersebut, sehingga pertandingan berakhir dengan hasil seri, 2-2. Melihat kemampuan yang dimiliki bapak dari tiga anak ini, klub-klub Eropa seperti Roda JC Kerkrade Belanda, FC Koeln Jerman dan Borussia Moncengladbach Jerman, tertarik menawarinya masa percobaan.

Namun akhirnya, pilihan Bepe jatuh pada klub divisi tiga Belanda, EHC Norad. Bepe tak memperpanjang masa kontraknya di negara kincir angin tersebut karena gagal beradaptasi dengan cuaca. Pria yang ketika kecil mengidolakan Maradona ini pulang ke Indonesia setelah membela EHC Norad selama empat bulan.

Bepe, yang gemar mendengarkan musik R&B sebelum bertanding, kembali mengenakan seragam Persija pada 2000-2004. Musim baru di awal 2005, Bepe memutuskan untuk merumput di negeri tetangga, Malaysia, dengan membela klub Selangor FC. Di sana, Bepe sukses menyarangkan gol di pertandingan pertama ia diturunkan, yaitu partai Selangor FC melawan Malaka FC. Ia pun berhasil membawa Selangor FC memenangkan Piala FA Malaysia, Piala Malaysia dan Liga Utama Malaysia. Selama karirnya di negeri jiran itu, Bepe sukses menyarangkan 63 gol di seluruh kompetisi resmi.


Kembali Berkarir di Klub Nasional

Kecintaannya pada Persija, membuat Bepe mengakhiri dua tahun karir emasnya di Malaysia dan kembali ke Indonesia. Ia kemudian mengenakan seragam Persija bernomor punggung 20 kebanggaannya dan membela klub itu lagi hingga saat ini.

Berbagai prestasi telah sukses ia torehkan, baik di Liga Indonesia, Indonesia Super League, hingga kompetisi internasional seperti Piala Suzuki AFF 2010 dan Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014. Bepe bahkan dinobatkan sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak dan top skorer Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol versi FIFA kategori A.

Bambang mencurahkan sebagian waktu luangnya untuk kegiatan amal, mempromosikan Yayasan Bambang Pamungkas bahwa ia dibentuk untuk memberikan bantuan keuangan dan sumber daya untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Dia juga terlibat dalam penggalangan dana bagi badan amal kanker anak-anak.

Bepe juga dikenal sebagai pemain yang sangat nasionalisme. Contohnya pada saat Gejolak yang mendera persepakbolaan Indonesia tak lantas membuat semangat Bepe untuk membela timnas surut. Larangan dari pihak Persija agar Bepe tidak membela Timnas Indonesia pada perhelatan piala aff 2012 dihiraukanya, Bepe lebih memilih untuk membela Timnas Garuda daripada bermain dalam kompetisi ISL. Dampaknya pun Bepe diberi sanksi oleh pihak Persija sehingga memicu keretakan kedua belah pihak.

Saat ini Bambang menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak (caps) dan Top Skorer untuk Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol sesuai dengan pertandingan katagori A FIFA. Tetapi jika mengikutkan pertandingan Non-FIFA (termasuk melawan Klub dan Tim Nasional U-23) maka penampilan Bambang adalah 88 dengan 42 gol.

Pada tanggal 1 April 2013, Bambang Pamungkas menyatakan pensiun dari Timnas Indonesia.

Prestasi

Prestasi Individu      Haornas Cup Most Valuable Player (1996)
                                Top Skor Liga Indonesia (1999)
                                Pemain Terbaik Liga Indonesia ( 2001)
                                Top Skor Piala Tiger  2002
                                Top Skor Liga Malaysia (2005)                     
                                Player of the year Malaysia Cup (2005)
                               Top Skor FA Cup Malaysia (2005)
                               Pemain Terbaik Copa Indonesia (2007)
.

Prestasi Timnas          : - Juara Piala Kemerdekaan (  2000 & 2008)

Demikian biografi Bambang Pamungkas, yang setelah pensiun kini mengelola situs olahraga sendiri. Ada pula yang mengatakan bahwa dia menjadi wartawan setelah pensiun. Dia juga sudah menerbitkan bukunya sendiri yang berjudul BEPE20 Ketika Jemariku Menari.
[Continue reading...]

Biografi Chris John - Atlet Tinju Indonesia

- 0 comments
Biografi Chris John - Atlet Tinju Indonesia - Menjadi petinju tidak harus berbadan tinggi besar, atlet tinju kita yang satu ini membuktikannya. Biografi kali ini membahas petinju ketiga Indonesia yang berhasil menyabet juara dunia setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas, Chris John. Dia adalah atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional, dan meskipun sekarang sudah pensiun, hidupnya tetap diabdikan untuk tinju.

Kehidupan Awal


Bernama lengkap Yohannes Christian John, dia lahir di Jawa Tengah 14 September 1979. Dia merupakan putra kedua dari empat bersaudara pasangan mantan petinju, Johan Tjahjadi dan Maria Warsini. Ia dan keluarganya kemudian hijrah dari Jakarta ke Banjarnegara, Jawa Tengah. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini (sekitar usia 5 tahun). Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing di Semarang.

Pada tahun 2005, Chris John menikah dengan Anna Maria Megawati, mantan atlet wushu, dan telah dikaruniai dua orang putri bernama Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani.

Karir Tinju

Tinju sudah jadi dunia Chris John sejak kecil. Darah petinju yang ia dapatkan dari sang ayah membuatnya menggeluti olahraga bela diri ini sejak usianya 5 tahun. Karirnya pun berawal sebagai atlet amatiran di kota kelahirannya.

Penampilan Chris John di atas ring menarik perhatian pelatih tinju kenamaan,Sutan Rambing, di 1997. Ia pun hijrah ke Semarang demi menjalani latihan keras hingga tahun 2004.

Debut profesional Chris John terjadi di 1998 melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. Ia kemudian berhasil mengalahkan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde. Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama, tapi ia berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde ke 12 sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu. Menurut pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu dan ia mengalami pendarahan pada hidung karena tulang hidungnya patah. Setelah beberapa kali bertanding dalam perebutan gelar nasional, Chris John berhasil menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk merebut gelar PABA kelas bulu.

Kesempatan emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003 di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut dan dinyatakan berhak menyandang gelar juara dunia WBA sementara (interim title). Tak lama kemudian, WBA menghibahkan gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada Chris John, saat sang juara bertahan Derrick Gainer dari Amerika Serikat kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF).

Meskipun demikian, gelar tersebut hanya dipandang sebelah mata oleh pers Indonesia dan Chris John dianggap sebagai juara di atas kertas belaka. Namun semua pandangan miring itu terhapus saat dengan perkasa Chris John mengalahkan lawannya Osamu Sato (Jepang) di Ariake Colliseum, Tokyo, Jepang pada 4 Juni 2004. Chris John menang angka mutlak atas lawannya yang didukung oleh supporter tuan rumah. Dengan kemenangan itu, selain mendapat pengakuan di Indonesia, Chris John juga dikenal di Jepang.

Pada 3 Desember 2004, Chris John berhasil mempertahankan gelar melawan petinju kidal Jose Cheo Rojas (Venezuela) di Tenggarong, Kutai Kartanegara melalui pertarungan berdarah akibat benturan kepala pada ronde ke-4. Pertarungan itu dihentikan oleh wasit dan dinyatakan hasilnya seri atau technical draw.

Tanggal 22 April 2005, Chris John menghadapi sang mantan juara kelas bulu WBA, Derrick Gainer yang sangat berambisi memperoleh kembali gelarnya. Di tengah pesimisme publik tinju di tanah air karena ini adalah debut Chris John setelah ditangani pelatih baru, ia mampu tampil baik dan berhasil mengalahkan sang mantan juara tersebut lewat kemenangan angka mutlak 12 ronde.

Setelah menang TKO pada ronde 10 atas Tommy Browne di Australia, kali ini Chris John harus bertanding melawan raja kelas bulu WBA dan IBF yang sangat ditakuti karena ketajaman pukulannya, yakni Juan Manuel Marquez dari Meksiko. Lewat proses negosiasi panjang, akhirnya Marquez yang merupakan salah satu petinju terbaik Meksiko dan dunia saat itu, bersedia melawan Chris John di Indonesia. Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik serta skill, Chris John akhirnya mampu menundukkan Juan Manuel Marquez dengan kemenangan angka mutlak. Pukulan satu dua Chris John lebih cepat dari sergapan Marquez. Chris John mengumumkan julukan barunya sebagai "The Dragon" alias "Sang Naga" menggantikan julukan lamanya "The Indonesian Thin Man" karena sebagai pemuda keturunan Tionghoa, ia mempercayai bahwa binatang naga selalu membawa keberuntungan dalam hidup.


Pada tanggal 3 Maret 2007, Sang Naga berhasil menuntaskan rasa penasarannya atas satu-satunya lawan yang berhasil menahan seri, yakni Jose Cheo Rojas. Dalam pertandingan tersebut, Chris John berhasil menang angka mutlak atas Rojas di Stadion Tenis Indoor, Jakarta. Sempat terjadi kekisruhan mengenai keterlambatan pembayaran honor dari promotor Albert Reinhard Papilaya, namun semua masalah akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Pada 19 Agustus 2007, Chris John berhasil mempertahankan gelar kelas bulu versi WBA setelah menang TKO pada akhir ronde kesembilan melawan petinju Jepang Zaiki Takemoto (peringkat 8 kelas bulu WBA yang merupakan petinju keturunan Korea kelahiran Kobe) di Rokko Island, Kobe, Jepang.

Di sepanjang 2003-2013, Chris John tercatat sebagai juara tinju dunia WBA kelas bulu sebanyak 18 kali. Bahkan Chris John telah berhasil mempertahankan gelar juara dunia hingga 11 kali tanpa putus sejak merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA dari tangan petinju Colombia, Oscar Leon di Bali tahun 2003. Terakhir bermain seri melawan Rocky Juaerez di Houston Texas, Amerika Serikat, 28 Febuari 2009.

Dari 11 kali mempertahankan gelar tersebut, lima kali merupakan mandatory fight yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).

Sedangkan enam lainnya merupakan tarung pilihan (choice), yaitu melawan Renant Acosta (Panama), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Tommy Browne (Australia), Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang), serta Rocky Juarez (Amerika Serikat).

Sebelas kali pertarungan Chrisjon mempertahankan gelar tersebut, empat kali dimainkan di luar negeri, yaitu Jepang tiga kali, Australia sekali, dan Amerika Serikat sekali, serta enam kali di dalam negeri yakni Jakarta dan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Tidak hanya itu, Chris John juga dianugerahi Lifetime Achievement Award dari WBA atas prestasinya itu.

Pergantian pelatih
Setelah pertandingan di Kutai,  Chris John terpaksa harus memutuskan kontrak dengan pelatih Sutan Rambing karena ketidaksepakatan masalah pembagian hasil. Selanjutnya ia dilatih oleh Craig Christian dari Harry's Gym, Perth, Australia.

Harus diakui penampilan Chris john jauh berkembang setelah lepas dari tangan pelatih tinju Sutan Rambing. Di tangan pelatih asal Australia, Craig Christian, Chrisjon menjadi garang sekaligus dingin dan cerdik. Pukulannya memang belum terlalu kuat, tetapi dia lebih percaya diri, cerdik dan pukulannya selalu mengenai sasaran.

Hanya saja, kubu Christian, terutama pelatih Bob Pidonovski, tampak terlalu memproteksi Chris john dari media. Sehingga promosinya menjadi sangat lemah. Akibatnya, secara langsung dan tidak langsung, bayaran Chrisjon hanya 131.000 dollar AS saat melawan Juan Manuel Marquez yang notabene merupakan salah satu petinju terbaik dunia

Awal penurunan prestasinya terjadi saat seri melawan Satosi Hosono, dalam mempertahankan gelar kelas bulu versi WBA yang ke 18, 14 April 2013 di Indoor Tennis Stadium.  Setelah lama mencatatkan rekor belum pernah kalah, Chris John harus rela gelarnya terbang ke Afrika Selatan, pada lawannya Simpiwe Vetyeka, di Metro City, Perth, Australia, 6 Desember 2013.

Ini merupakan kekalahan pertama sepanjang karier Chris John di tinju profesional. Catatan rekor dia mempertahankan gelar juara dunia sebanyak 18 kali, akhirnya pupus di pertarungan ke-19. Setelah kekalahan itu, Chris John mengumumkan bahwa dia akan pensiun dari dunia tinju pada  19 Desember 2013.  Keputusan ini juga mengakhiri 10 tahun perjalanannya sebagai pemegang gelar juara kelas bulu WBA. Alasan utamanya adalah kondisi fisiknya yang sudah tidak fit seperti muda.
Chris John menyelesaikan 52 pertandingan dalam karier profesionalnya, dengan 48 kemenangan (22 dengan KO), tiga kali seri, dan sekali kalah.

Kini setelah pensiun, Chris John menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya. Dia bersama manajemen Dragon Fire Promotion, bendera promotornya dulu, akan menyiapkan buku yang berisi biografinya.

Demikian biografi Chris John, yang setelah pensiun mempersiapkan diri untuk menjadi komentator, dan mulai belajar menjadi promotor tinju. Chris akan terlebih dulu menjadi matchmaker tinju, dan untuk seterusnya, dia ingin berkarir di dunia yang tidak jauh dari dunia olahraga.





[Continue reading...]

Biografi Lee Seung Gi - Artis Korea

- 0 comments
Salah satu nama yang meroket dari Korea Selatan adalah Lee Seung Gi. Pamornya di Indonesia meroket berkat aktingnya di drama Shining Inheritance, dan setelah itu sukses mencuri hati pemirsa Indonesia. Tidak hanya remaja, namun sampai kalangan ibu-ibu juga menyukainya. Tidak hanya pintar akting, dia juga jago nyanyi.  Saat ini ia telah menelurkan 7 album, 9 singles, dan membintangi 6 drama.

Lee Seung Gi adalah seorang penyanyi, aktor, dan pembawa acara. Lahir pada tanggal 13 Januari 1987 di Seoul, Korea Selatan. Lee Seung Gi memiliki wajah tampan dan jenis suara yang rendah dan kuat yang banyak disukai oleh penyuka musik pop. Memiliki tinggi 182 cm dan berat 70 kg. Seperti pada umumnya masyarakat Korea yang tidak memilih agama, Seung Gi pun tidak memiliki agama.

 Lee Seung Gi termasuk selebriti yang sangat menjaga privasi terutama seputar masalah keluarga. Dia tidak ingin media meliput tentang keluarganya.Sehingga hanya sedikit informasi yang didapat media.Menurut informasi, kedua orang tua Lee Seung Gi bekerja di bidang perbankan. Lee Seung Gi adalah anak pertama dari 3 bersaudara.Seung Gi memiliki 1 adik laki – laki dan  1 adik perempuan. Walaupun di luar mereka tidak saling mengenal, namun ketika mereka sekeluarga berkumpul mereka terlihat sangat akrab. Itu diungkapkannya di variety show “1 Night 2 Days” yang dipandunya.

 Pendidikan

Smart juga jadi kata yang cocok untuk merepresentasikan Lee Seung Gi. Ia selalu mendapat nilai A saat mengambil kuliah S1 di jurusan International Trade and Commerce, Universitas Dongguk yang diselesaikannya dalam 4 tahun. Ia menyelesaikan kuliahnya di Universitas Dong Guk dan lulus sebagai sarjana jurusan Bisnis Internasional, dulunya dia rajin kuliah seminggu sekali.

Seung Gi memiliki hobi mendengarkan musik, sepak bola dan baru-baru ini tertarik dengan dunia fotografi. Dia mulai bermusik ketika dia duduk di bangku sekolah menengah dengan ikut dalam band sekolahnya bernama “Cerebral Hemorrhage” sebagai vokalis. Sementara menunjukkan aksi dengan bandnya, Seung Gi telah dilirik oleh Lee Sun-hee, mantan penyanyi di era  1980 dan '90-an.

Setelah dilatih keras selama dua tahun, akhirnya Lee Seung Gi memulai debutnya sebagai penyanyi pada tahun 2004 ketika dia masih duduk di bangku SMA di Sang Gye High School. Single perdananya yang berjudul “Because You’re my girl” melejit dan meraih sukses. Dengan kesuksesan tersebut karir Seung Gi terus melejit dengan meluncurkan album baru,“CrazyFor U” pada tahun 2006 dan disusul dengan album lainnya di tahun berikutnya. Tidak hanya memiliki suara yang bagus, Lee Seung Gi juga sangat mahir memainkan beberapa alat musik, diantaranya gitar dan piano. Banyak penghargaan yang didapa toleh Lee Seung Gi dengan karirnya sebagai penyanyi. Diantaranya dari Seoul music awards 2004 sebagai Best new comer, Korea Entertaiment artist awards 2008 sebagai Best male singer, dan masih banyak lagi.

Artis yang menyebut fansclubnya AIREN ini mulai merambah ke dunia akting. Drama  korea pertama yang dimainkannya berjudul Nonstop 5 yang ditayangkan di MBC pada tahun 2005. Namanya semakin popular ketika membintangi drama korea berjudul Brilliant Legacy pada tahun 2009 dan berjudul My Girlfriend is Gomiho pada tahun 2010 di SBS. Dalam kedua drama tersebut Seung Gi merupakan pemeran utama. Dalam dunia akting pun Seung Gi juga mendapat banyak penghargaan. Setelah merambah ke dunia akting, Lee Seung Gi juga menjadi pembawa acara variety show yaitu “strong heart” dan “1 Night 2 Days”. Dan dari variety tersebut Lee Seung Gi juga mendapat banyak penghargaan.



Dengan segudang prestasi dan bakat yang dimilikinya, semua acara yang dibintangi Seung Gi selalu memiliki rating yang tinggi. Bahkan media sering memanggil Seung Gi dengan sebutan “King of Rating” atau “Emperor Seung Gi’ karenanya.Panggilan media yang lain adalah “Triple Crown” karena dianggap sukses di 3 bidang( menyanyi, aktingdan variety show ).

Menurut survey dari Institut Penelitian Perdagangan Korea, Lee Seung Gi menempati tempat pertama sebagai selebriti paling populer di Korea. Lee Seung Gi juga menempati tempat kedua setelah G-Dragon Big Bang dalam hal pendapatan selebriti paling tinggi.

Meski Lee Seung Gi mempunyai segudang prestasi dalam dunia hiburan namun di kehidupan nyata Seung Gi seseorang yang sangat sederhana dan terkesan anak rumahan. Di kesehariannya ia lebih sering ada di rumah saat break. Kegiatannya hanya menonton televisi, pergi ke kampus, pulang ke rumah, ke pusat kebugaran, dan kadang-kadang mengunjungi kantor manajemennya. Hal ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara radio.

Penghargaan Lee Seung Gi 
2014 7th Seoul Senior Film Festival:
•    Best Young Actor

2014 2nd Asia Rainbow TV Awards:
•    Outstanding Leading Actor (Gu Family Book)

2013 MBC Drama Awards:
•    Top Excellence Actor Award - Miniseries (Gu Family Book)
•    Most Popular Actor Award (Gu Family Book)
•    Best Couple Award with Bae Suzy (Gu Family Book)

2010 SBS Drama Awards:
•    Top Ten Stars Award (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox)
•    Excellence Actor Award - Drama Special (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox)
•    Best Couple Award with Shin Min Ah (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox)

2010 2nd Melon Music Awards:
•    Best Drama OST - "Losing My Mind" (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox OST)
•    Bosang Top Ten Artist - "Losing My Mind" (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox OST)

2010 Seoul International Drama Awards:
•    Most Popular Actor Award (Shining Inheritance)

2010 46th Baeksang Arts Awards:
•    Popularity Award (Shining Inheritance)

2009 SBS Drama Awards:
•    Excellence Actor Award - Special Planning Drama (Shining Inheritance)
•    Top Ten Stars Award (Shining Inheritance)
•    Best Couple Award with Han Hyo Joo (Shining Inheritance)

2009 Mnet 20's Choice Awards:
•    Hot Male Drama Star (Shining Inheritance)

Demikian Biografi Lee Seung Gi yang saat ini sedang berpacaran dengan YoonA SNSD sosok yang selalu manis dan juga humoris. Latar belakangnya sebagai MC pendamping Kang Ho Dong semakin mengukuhkan namanya dan candaan-candaan segar yang mengalir dari mulutnya.
[Continue reading...]

Biografi Susi Susanti - Atlet Bulu Tangkis Indonesia

- 1 comments
Salah satu olahragawan Indonesia, yang menjadi kebanggaan bangsa di dalam dunia bulu tangkis, Susi Susanti. Sekarang, Susi memang sudah pensiun dari dunia bulu tangkis, namun namanya masih menjadi legenda di dalam bidang yang digelutinya.  Menikah dengan sesama teman perjuangannya, kini Susi menghabiskan hari-harinya dengan keluarganya.  

Lahir di Tasikmalaya 11 Februari 1971, Lucia Francisca Susi Susanti atau yang lebih dikenal dengan nama Susi Susanti adalah salah satu pemain bulu tangkis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Cabang olahraga bulutangkis menjadi bagian hidup Susi. Sejak mengenyam sekolah dasar (SD), dia gemar bermain bulutangkis dan menunjukkan bakat alami. Bak gayung bersambut, orangtuanya sangat mendukung Susi menekuni bulutangkis. Perhatian penuh dari kedua orangtua ditunjukkan Susi dengan menorehkan prestasi pada ajang junior.

Karena dukungan orang tuanya, ia pun memulai karier bulu tangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun di sana dan memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior, pada tahun 1985 ketika Susi menginjak kelas 2 SMP, ia pindah ke Jakarta untuk lebih serius menjalani dunia bulu tangkis.

Di Jakarta, Susi tinggal di asrama dan bersekolah khusus untuk atlet. Pergaulannya terbatas dengan sesama atlet dan jadwal latihannya pun sangat padat. Enam hari dalam seminggu, Senin sampai Sabtu mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00, kemudian dilanjutkan dari pukul 15.00 sampai pukul 19.00. Peraturan tentang makan, jam tidur sampai tentang pakaian sangat ketat. Ia tidak diperbolehkan menggunakan sepatu dengan hak tinggi untuk menghindari kemungkinan cedera kaki. Di hari Minggu, Susi lebih memilih untuk beristirahat karena lelah daripada jalan-jalan ke mall.



Pada awal kariernya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Indonesian Open. Selain itu, berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya dan belum pernah terulang sampai saat ini. Ia pun mulai merajai kompetisi bulu tangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak empat kali (1990, 1991, 1993, 1994) dan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.

Puncak karier Susi bisa dibilang terjadi pada tahun 1992 ketika ia menjadi juara tunggal putri cabang bulu tangkis di Olimpiade Barcelona. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang olimpiade. Uniknya, Alan Budikusuma yang merupakan pacarnya ketika itu, juga berhasil menjadi juara di tunggal putra, sehingga media asing menjuluki mereka sebagai "Pengantin Olimpiade", sebuah julukan yang terjadi menjadi kenyataan pada 9 Februari 1997.

Susi kembali berhasil meraih medali, kali ini medali perunggu pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Selain itu, Susi juga menorehkan prestasi dengan merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim Uber Indonesia. Puluhan gelar seri Grand Prix juga berhasil ia raih sepanjang karirnya.

Susi dikenal sebagai pemain bulu tangkis yang tenang dan tanpa emosi ketika bertanding meskipun ia telah telah tertinggal jauh dari lawannya. Semangat Susi yang pantang menyerah juga selalu berhasil membuat para pendukungnya yakin bahwa Susi pasti akan berhasil.

Susi pensiun di usia 26 tahun setelah ia menikah dengan pemain bulu tangkis tunggal putra, Alan Budikusuma. Ia dan Alan memulai kehidupan dari nol lagi, karena pemerintah dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan para mantan atlet. Ia pun mengaku tidak akan mengizinkan ketiga anaknya, Laurencia Averina, Albertus Edward dan Sebastianus Frederick  untuk terjun di dunia bulu tangkis maupun cabang olahraga yang lain, mengingat nasib beberapa mantan atlet yang diabaikan oleh pemerintah.

Salah satu usaha Susi adalah sebuah toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas yang menjual berbagai macam pakaian asal Cina, Hongkong dan Korea, serta sebagian produk lokal. Usaha ini dilakoninya sambil melaksanakan tugas utamanya sebagai ibu dari 3 orang anak, Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick. Selain itu, Susi bersama Alan mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading sebagai gedung pusat pelatihan bulu tangkis. Mereka berdua juga membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology) pada pertengahan tahun 2002.

Kini Susi dan Alan menjalani hari-harinya bersama ketiga anak mereka di rumah yang terletak di Komplek Gading Kirana, Jakarta Utara.

Sederet Prestasi Susi Susanti

Tunggal Putri:
Olimpiade Barcelona 1992
World Championship 1993
All England 1990, 1991, 1993, 1994
World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997
World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994, 1996
Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, 1997
Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, 1997
Japan Open 1991 1992, 1994, 1995
Korea Open 1995
Dutch Open 1993, 1994
German Open 1992, 1993 1994
Denmark Open 1991, 1992
Thailand Open 1991, 1992, 1993, 1994
Swedish Open 1991, 1992
Vietnam Open 1997
China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
SEA Games 1987,1989, 1991,1995, 1997 (team)
PON 1993
World Championship Junior 5 kali
Australia Open 1990

Beregu Putri
Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)
SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
PON 1993 (Jawa Barat)

Penghargaan
Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama 1992
The Badminton Hall of Fame 2004

Demikian biografi Susi Susanti, wanita yang dinobatkan sebagai Ratu Bulutangkis Dunia, dan disematkan sebagai pahlawan Olah Raga Merah Putih.
[Continue reading...]

Biografi Jusuf Kalla - Pengusaha Sukses Indonesia

- 0 comments
Kali ini akan membahas biografi wakil presiden Indonesia tahun 2014 – 2019. Seorang putra Sulawesi, yang sukses berkarir dan kemudian terjun ke dunia politik. Jusuf Kalla mulai dikenal di dunia politik saat menjabat sebagai ketua umum Golkar ke-8 pada tahun 2004 dam kemudian diangkat sebagai menteri pada pemerintahan presiden Abdurahman Wahid.

Kehidupan Awal
Jusuf Kalla lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group.Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Pengalaman organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Jusuf Kalla antara lain adalah Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Sulawesi Selatan 1960 - 1964, Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969. Sebelum terjun ke politik, Jusuf Kalla pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan. Hingga kini, ia pun masih menjabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di alamamaternya Universitas Hasanuddin, setelah terpilih kembali pada musyawarah September 2006.

Jusuf Kalla menikah dengan Hj. Mufidah Miad Saad, dan dikaruniai seorang putra dan empat putri, serta sepuluh orang cucu. Nama anak-anak beliau adalah Muchlisa Jusuf,  Muswirah Jusuf, Imelda Jusuf, Solichin Jusuf dan Chaerani Jusuf



Pada tanggal 10 September 2011, Jusuf Kalla mendapat penganugerahan doktor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Karier Pengusaha
Awalnya Jussuf Kalla adalah seorang pengusaha. Usaha-usaha yang dirintis ayahnya, NV. Hadji Kalla, diserahkan kepemimpinannya sesaat setelah ia diwisuda menjadi Sarjana Ekonomi di Universitas Hasanuddin Makassar Akhir Tahun 1967. Di samping menjadi Managing Director NV. Hadji Kalla, juga menjadi Direktur Utama PT Bumi Karsa dan PT Bukaka Teknik Utama.

Usaha yang digelutinya, di samping usaha lama, ekspor hasil bumi, dikembangkan usaha yang penuh idealisme, yakni pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi guna mendorong produktivitas masyarakat pertanian. Anak perusahaan NV. Hadji Kalla antara lain; PT Bumi Karsa (bidang konstruksi) dikenal sebagai kontraktor pembangunan jalan raya trans Sulawesi, irigasi di Sulsel, dan Sultra, jembatan-jembatan, dan lain-lain. PT Bukaka Teknik Utama didirikan untuk rekayasa industri dan dikenal sebagai pelopor pabrik Aspal Mixing Plant (AMP) dan gangway (garbarata) di Bandara, dan sejumlah anak perusahaan di bidang perumahan (real estate); transportasi, agrobisnis dan agroindustri.

Atas prestasinya di dunia usaha, Jusuf Kalla dipilih oleh dunia usaha menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan (1985-1997), Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia (1997-2002), Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Sulawesi Selatan (1985-1995), Wakil Ketua ISEI Pusat (1987-2000), dan Penasihat ISEI Pusat (2000-sekarang).
Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Karier Politik
Jusuf Kalla menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Presiden RI yang ke-4), tetapi diberhentikan dengan tuduhan terlibat KKN. Jusuf Kalla kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri (Presiden RI yang ke-5). Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan kemenangan yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang ke-6, secara otomatis Jusuf Kalla juga berhasil meraih jabatan sebagai Wakil Presiden RI yang ke-10. Bersama-sama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.

Ia menjabat sebagai ketua umum Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009. Pada 10 Januari 2007, ia melantik 185 pengurus Badan Penelitian dan Pengembangan Kekaryaan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golongan Karya di Slipi, Jakarta Barat, yang mayoritas anggotanya adalah cendekiawan, pejabat publik, pegawai negeri sipil, pensiunan jenderal, dan pengamat politik yang kebanyakan bergelar master, doktor, dan profesor.
Melalui Munas Palang Merah Indonesia XIX, Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum Palang Merah Indonesia periode 2009-2014 dan terpilih untuk kedua kalinya pada Munas XX untuk periode 2014-2019. Selain itu ia juga terpilih sebagai ketua umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia periode 2012-2017 dalam Muktamar VI DMI di Jakarta.

Jusuf Kalla digandeng calon presiden Joko Widodo dalam ajang Pemilihan Presiden 2014. Pasangan ini kemudian dalam pengundian mendapat nomor urut dua dan mempunyai tagline populer, "Salam Dua Jari". Oleh Komisi Pemilihan Umum, tanggal 22 Juli 2014 atau enam hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Jokowi-JK memenangkan pilpres namun ditolak oleh kubu Prabowo-Hatta yang kemudian menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Serangkaian sidang di MK ternyata menolak permohonan kubu Prabowo-Hatta dan secara hukum menguatkan legitimasi Jokowi-JK selaku presiden dan wapres terpilih periode 2014-2019. JK dilantik sebagai wapres pada 20 Oktober 2014. Seiring dengan pelantikannya tersebut, ia adalah wakil presiden pertama yang terpilih untuk dua kali masa jabatan melalui pemilihan umum. Masa jabatan pertama dilaluinya bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004-2009.

Agama
Agama Jusuf Kalla adalah Islam. Di kalangan ulama dan pemuka masyarakat, nama Jusuf Kalla dikenal sebagai Mustasyar Nahdhatul Ulama Wilayah Sulawesi Selatan, melanjutkan tugas-tugas dan tanggung jawab ayahnya, Hadji Kalla, yang sepanjang hidupnya menjadi bendahara NU Sulsel juga menjadi bendahara Masjid Raya, Masjid Besar yang bersejarah di Makassar. Ketika akan membangun masjid bersama Alm. Jenderal M. Jusuf, Jusuf Kalla dipilih menjadi Ketua Yayasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz al-Islami (Masjid Jend. M. Jusuf). Sekarang, Masjid tersebut menjadi Masjid termegah di Indonesia Timur. Di kalangan agama-agama lain selain Islam, Jusuf Kalla dipilih menjadi Ketua Forum Antar-Agama Sulsel.

Demikian biografi Jusuf Kalla. Informasi pribadi dan pandangan-pandangan beliau bisa dilihat langsung di website pribadinya, http://jusufkalla.info.
[Continue reading...]

Biografi Oki Setiana Dewi - Artis Indonesia

- 0 comments
Biografi Oki Setiana Dewi - Artis Indonesia - lahir di Batam pada tanggal 13 Januari 1989. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan. Orang tua Oki bernama Sulyanto dan Yunifah Lismawati yang merupakan pasangan suami istri berdarah Jawa – Palembang.

Menikah dengan Ory Vitrio yang seorang pengusaha, pada tanggal 12 Januari 2014

Nama Oki Setiana Dewi mulai berkibar ketika dirinya memerankan Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih dilanjutkan dengan sinetronnya. Yang membuat artis wanita ini berbeda selain kecantikannya yang alami dan mempesona adalah jilbab syar’i nya yang menutup seluruh aurat.

Selain Film, Oki juga membintangi beberapa judul sinetron, diantaranya: Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan, Ketika Cinta Bertasbih Meraih Ridho Ilahi, Dari Sujud Ke Sujud, Anak-Anak Manusia

Oki juga selalu kelihatan anggun dan smart serta religius. Sebelum berjilbab, Oki sempat bermain di beberapa FTV namun kemudian berhenti lantaran produser tak mengijinkan pemainnya pakai jilbab. Oki  memutuskan untuk berjilbab pada tahun 2005. Kariernya di dunia seni peran sempat terhenti, sebelum akhirnya memerankan karakter utama perempuan dalam cerita Ketika Cinta Bertasbih.

Kisah Oki ketika memutuskan memakai jilbab adalah ketika sang bunda terserang sakit yang kata dokter sudah sulit disembuhkan. Mendengar itu Oki jadi sangat sedih. Ia pun lalu memutuskan untuk berjilbab agar bisa lebih khusyuk mendoakan kedua orang tuanya terutama bundanya.




Pendidikan dan Prestasi Lain
Sejak tahun 2005, keluarga Oki hijrah dan menetap di Jawa tepatnya di Depok. Oki sendiri menyelesaikan SMA nya juga di SMAN1 Depok. Oki termasuk siswa yang pintar hingga bisa diterima di Universitas Indonesia.

Oki Setiana Dewi menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya pada tahun 2012. Aktris dengan ikon muslimah ini telah banyak menginspirasi remaja tanah air. Ia menjadi mahasiswi terbaik dan berprestasi di kampusnya yakni sebagai mahasiswi baru terbaik OKK UI 2007, mahasiswi baru terbaik PSA MABIM FIB UI 2007, serta mahasiswi berprestasi bidang seni FIB UI 2010. Usai meraih gelar sarjana, Oki menjadi santriwati program Tahfidzul Qur’an di Rumah Qur’an yang terletak di Depok. Lalu, ia mempelajari bahasa arab di Universitas Umm Al Qura di Makkah pada tahun 2012. Pada tahun yang sama, kecintaannya pada dunia pendidikan dan anak-anak, Oki melanjutkan studi pascasarjananya di bidang studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Ketika SMA, Oki selalu langganan menjadi juara kelas. Ia juga sering mewakili sekolahnya dalam berbagai perlombaan akademis dan non akademis.

Dalam hal perfilm-an, tak diragukan lagi prestasi Oki. Banyak gelar telah disabetnya. Berikut ini rentetan daftar prestasi Oki di perfilm-an Indonesia :

•   Aktis Wanita Terbaik versi Islamic Movie days
•   Aktris Pendatang Baru wanita terbaik
•  Aktris pendatang baru wanita terfavorit untuk film Ketika Cinta Bertasbih di Indonesia Movie Awards 2010.

Penulis

Biografi Oki Setiana Dewi - Artis Indonesia- Oki juga merambah dunia kepenulisan, beberapa judul bukunya adalah Melukis Pelangi ; Catatan Hati Oki Setiana Dewi : 2011, Sejuta Pelangi ; Pernik Cinta Oki Setiana Dewi : 2012, Cahaya Di Atas cahaya ; Perjalanan Spiritual Oki Setiana Dewi : 2012, Hijab I'm In Love : 2013, Dekapan Kematian : 2013, Ketika Guru SD Sakit

 Dalam bukunya yang berjudul Hijab I’m In Love, merupakan karyanya yang paling berbeda karena ia juga mengeluarkan album perdananya dengan judul yang sama.Dalam  album Hijab Im in Love (2013) ini dinyanyikan bersama adiknya bernama Shindy.

Kegiatan Lain
Oki juga sering mengisi seminar kemuslimahan dan kepemudaan. Oki juga meluangkan waktunya mengajar ngaji di TPA untuk anak-anak dan ibu-ibu. Oki juga memiliki komunitas sendiri yaitu Sahabat Oki Setiana Dewi atau SOSD yang telah memiliki member beribu orang baik itu di Indonesia dan juga di luar negeri. Bersama komunitas tersebut, Oki menggalakkan kegiatan DMKM yaitu Dari Masjid ke Masjid dan juga program “Yuk Mengaji, Al Qur’an di Hati” dimana pelaksanaannya juga menyentuh lingkungan Lapas Wanita Tangerang.
Kecerdasan dan prestasi Oki juga diakui ketika dirinya ditunjuk sebagai duta untuk Anak-anak Rumah Autis (2012) dan duta Internet Sehat dan Aman oleh kementrian Komunikasi dan Informatika 2010.

Motivator Muslimah
Bersama komunitasnya ‘Sahabat Oki Setiana Dewi’ (SOSD / @sahabatosd) yang tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia,  Oki Setiana Dewi memiliki beberapa agenda yakni DMKM (dari masjid ke masjid), dan program mengajarkan mengaji bertajuk ‘Yuk Mengaji, Al Qur’an di Hati’ yang telah dijalankan sejak Oktober 2011 silam dan berlangsung sepekan sekali yang diadakan di Lapas / penjara wanita Tangerang.

[Continue reading...]

Biografi Lee Min Hoo - Artis Korea Paling Mahal

- 0 comments
Biografi Lee Min Hoo - Artis Korea Paling Mahal - Salah satu artis Korea yang digemari di Indonesia, dialah si Lee Min Hoo, salah satu pemeran utama di drama terkenal Boys Over Flower. Semenjak membintangi drama tersebut, popularitas Lee Min Hoo terus meroket, menjadikannya sebagaia artis termahal di Korea Selatan, dengan segudang penghargaan dari tahun ke tahun (dari tahun 2009hingga 2014)

Biografi Singkat Lee Min Hoo
Lee Min Ho adalah aktor asal Korea Selatan kelahiran Heukseok-dong, Dongjak-gu, Seoul, 22 Juni 1987. Ia lahir sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Aktor tampan jebolan Konkuk University ini mengaku bahwa semasa kecil ia bercita-cita sebagai pemain sepakbola. Namun saat ia duduk di kelas lima bangku sekolah dasar, ia mengalami sebuah insiden yang menjadikannya trauma terhadap olahraga itu. Min Ho memupus impiannya menjadi pemain sepakbola meski tak dipungkiri ia masih menyukai olahraga tersebut.

Lewat seorang kenalan, Min Ho bergabung dengan Starhaus Entertainment. Di sana Min Ho menjalani training sebelum mulai terjun ke dunia akting. Min Ho mulai rajin mengikuti casting sejak tahun 2004. Mulai saat itu, ia pun aktif di dunia seni peran.

Namun nama Min Ho baru melejit ketika ia memerankan tokoh Goo Jun Pyo dalam serial "Boys Over Flowers" (2009). Serial drama yang merupakan adaptasi dari komik Jepang "Hana Yori Dango" tersebut membawa Min Ho memenangkan penghargaan "Aktor Pendatang Terbaik" versi "KBS Drama Awards 2009" dan "45th PeakSang Arts Awards".



Cowok yang sempat membintangi film "Our School E.T" (2008) ini kembali menarik perhatian mata publik dengan membintangi serial drama Korea terbaru, "City Hunter" (2011). Di serial tersebut Min Ho digosipkan memiliki hubungan istimewa dengan aktris utama Park Min Young.

Akting Min Ho di serial itu lagi-lagi mengantarnya memenangkan beberapa penghargaan, diantaranya adalah "Aktor Terbaik" dan "Hallyu Star Award" di ajang penghargaan "Korea Drama Festival Award".

Selain berakting, cowok yang dikabarkan sebagai artis termahal Korea tahun 2009 tersebut ternyata juga bisa menyanyi. Tercatat, Min Ho sudah merilis empat single yang berjudul "My Everything" (2009), "Extreme" (2009), "Say Yes" (2011) dan "Be My Last Love" (2011). Selain itu, Minho juga dipercaya sebagai bintang iklan beberapa produk seperti elektronik, mobil dan makanan.

Min Ho juga pernah dinobatkan sebagai Duta UNICEF untuk kampanye memerangi penyakit Malaria tahun 2009-2010. Selain itu, ia juga terpilih sebagai "Duta Jaksa Korea 2012".

Lee Min Ho kembali ke layar TV lewat drama saeguk yang berjudul "Faith" (2012). Dalam drama ini ia berperan sebagai seorang jenderal Choi Yong yang jatuh kepada dokter di masa depan. Sayangnya drama yang juga diperankan oleh Kim Hee Sun ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Hal ini terbukti dari rendahnya rating yang hanya mencapai 10 persen.

Selang setahun kemudian ia dipercaya oleh penulis Kim Eun Sook untuk bermain dalam drama "Heirs" (2013). Dalam serial ini ia berperan sebagai Kim Tan, putra orang kaya yang jatuh cinta kepada Cha Eunsang (Park Shin Hye). Drama yang dibintangi oleh sederet artis keren lainnya seperti Kim Woo Bin, Krystal f(x), Minhyuk (CN Blue) dan Choi Jin Hyuk ini memperoleh rating tinggi sebesar 18 persen. Berkat drama ini juga, Lee Min Ho berhasil membawa pulang 5 piala sekaligus dari SBS Drama Awards.

Popularitas Lee Min Ho di luar negeri terus terangkat usai membintangi "Heirs". Terbukti dalam fanmeetingnya di China dihadiri lebih dari 5 ribu fans. Selain itu, ia juga kebanjiran berbagai job iklan seperti maskapai penerbangan Jeju Air dan pusat perbelanjaan Lotte Duty .

Pada bulan April 2013 patung lilin Lee Min Hoo diresmikan di Madame Tussauds di Shanghai


Karier Musik

Biografi Lee Min Hoo - Artis Korea Paling Mahal - Meskipun merilis dua album, My Everything (2013) dan Song For You (2014), Lee telah menyatakan bahwa musiknya adalah untuk para penggemarnya saja dan bahwa dia tidak ingin mengejar karir bernyanyi. Selama rilis masing-masing, ia memulai tur di seluruh Asia untuk bertemu fans-nya.

Lee merilis album pertama pada bulan Mei tahun 2013 dan melanjutkan tur fan meeting di Asia, di kota-kota seperti Yokohama, Osaka, Shanghai, Beijing, Kuala Lumpur, Manila dan Taipei.
Lee Min Hoo juga turut menyumbangkan suara untuk OST drama, diantaranya My Everything" - Boys Over Flowers OST, Painful Love- The Heirs OST.

Beberapa Penghargaan untuk Lee Min Hoo

Tahun 2009
•    MTN Broadcast Advertisement FestivaP (Most Popular Advertisement Model)
•    45th Baeksang Arts Awards (Best Newcomer Actor Award - Boys Over Flowers)
•    KBS Drama Awards (Male Rookie Award - Boys Over Flowers)
•    KBS Drama Awards (Best Couple Award dengan Goo Hye-sun - Boys Over Flowers)

Tahun 2010
•    Mnet 20's Choice Awards (Hot Actor)
•    MBC Drama Awards (Excellence Award - Personal Taste)

Tahun 2011
•    Korea Drama Festival Awards (Best Actor Award - City Hunter)
•    Korea Drama Festival Awards (Hallyu Star Award - City Hunter)
•    SBS Drama Awards (Top Excellence Award - City Hunter)
•    SBS Drama Awards (Netizen Popularity Award - City Hunter)
•    SBS Drama Awards (Teen Star Award - City Hunter)

Tahun 2012
•    SBS Drama Awards (Best Actor in Miniseries - Faith)
•    SBS Drama Awards (Top 10 Stars Award - Faith)

Tahun 2013
•    DramaFever Awards (Best Actor - Faith)
•    DramaFever Awards (Best Couple dengan Kim Hee-sun - Faith)
•    Sohu Media Awards (Best Popular International Actor)
•    Baidu Feidian Awards (Best Asian Actor - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Best Actor in Miniseries - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Top Excellence, Mid-Length Series - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Most Popular Star - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Best Couple dengan Park Shin-hye - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Best Dressed - The Heirs)
•    SBS Drama Awards (Top 10 Stars - The Heirs)

Tahun 2014
•    Singapore Entertainment Awards (Most Popular Korean TV Artiste)
•    5th Korean Popular Culture & Arts Award (Prime Minister Award)

Drama Televisi Yang Dibintangi Lee Min Hoo
2003 : Sharp
2004: Nonstop 5
2005: Recipe of Love
2006: Secret Campus
2007: Mackerel Run, I Am Sam (I Am Your Teacher)
2008:  Get Up
2009:  Boy OverFlowers. 2010: Personal taste, 2011: City Hunter, 2012 Faith (The Great Doctor), 2013 : The Heirs
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Biografi dan Biodata Tokoh - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Supported by Makanan Bayi